Haidar Ali – a name a thousand story

life is more beatiful than everything you've judge ::

about haidar..

Dilahirkan di kota Pudak Gresik pada tanggal 15 september  1990 oleh keluarga yang cukup elit alias ekonomi sulit… tapi hal itu gak membuat dia minder meski tumbuh dengan hidup yang pas-pasan, sedengan, gak karu-karuan tapi tetep aja bisa menempuh segala aktivitas dan kewajibannya dengan sebaik mungkin termasuk menempuh pendidikan setinggi mungkin, hal tersebut tentu gak luput dari rahmat yang diberikan oleh Allah SWT kepada Haidar dan keluarganya sehingga bisa tetep ngelanjutin hidup. Alhamdulillah

Tumbuh besar disebuah desa kecil di barat kota Gresik, Desa Kalirejo Dukun. arek ndeso dunkz.. katrok pasti yaw…!! engga segitunya kaleee gitu-gitu dia juga ngerti teknologi jadi gak kuper ka’ lu-lu pade…. lumayan lah bisa mengaplikasikan ilmu yang dia dapat di bangku sekolah, ilmu yang didapat kan emank buat diamalin gak buat disimpen sendiri aje masa’ mau dibawa mati mank!! 

Sejak kecil dia telah dididik, dibimbing dan dibesarkan dalam kalangan muslim bapak musli dan ibu muslimah bahkan telah memperdalam ilmu agamanya sejak TK Aisyiyah berlanjut ke Madrasah Ibtida’iyah, Madrasah Tsanawiyah, dan Madrasah Aliyah..keren cuy, ideologi islam yang jadi basic hidupnya menjadikan jalan hidupnya pun searah dengan Al-Qur’an dan As-Sunnah(narsiezz nech..) emang gak sepenuhnya sich hidupnya searah dengan Al-Qur’an dan As-Sunnah dia pun menyadari betul itu tapi usaha untuk ke arah itu tetep ada n’ diusakhakan selalu olehnya.

Tumbuh dikalangan umat islam memang menjadi harapan setiap orang apabila orang itu benar-benar sadar akan segala kenyataan yang terjadi pada anak-anak muda pada masa sekarang ini terjadinya adalah  karena kurang terbekalinya mereka dengan pendidikan islam padahal mereka mengaku sebagai orang islam, mulai dari tawuran pelajar, nge-drugs, sampe’ sex bebas pun makin meningkat tajam seiring kurangnya pengawasan para orang tua terhadap anaknya dan kurangnya pembekalan agama terhadap anak itu sendiri, na’udzubillahi min dzalik

Haidar gak pernah menyesali itu dia justru bersyukur telah dibekali dengan agama yang kuat jadi gak salah dech orang tua dia nyekolahin dia di madrasah,he3x.. bagi dia besar di madrasah emang ada suka dukanya sich kalo diinget2 kadang pengen juga seperti orang2 diluar sana yang bebas semaunya ngelakuin apapun gak ada batasan.astaghfirullah… justru islam hadir adalah untuk meluruskan hal itu maka beruntunglah loe2 yang baca ini yang ngerasa menjadi bagian dari islam (dienul haq).

Bekal dari madrasah emang masih dirasa sampe’ kapanpun oleh Haidar termasuk sampai saat sekarang ini saat telah menginjak bangku perkuliahan. Tujuh belas tahun dia tumbuh besar bersama orang tuanya di desa pagi-sore pulang-pergi dari rumah ke pondok pesantren Maskumambang tempat dia belajar dan menuntut ilmu. Lain ceritanya ketika dia telah lulus Madrasah Aliyah dan menginjak tingkatan baru dia memilih Jogja sebagai tempat labuhan dia berikutnya mencoba hidup jau dari keluarga dan orang tua yang telah lama mendidiknya, dia berharap suatu saat nanti bisa membawa nama baik keluarganya dan bisa membanggakan kedua oarng tuanya, bapaknya Abdul Adhim alm. yang telah berjasa besar pada pertumbuhan hidupnya sampai sekarang semoga Allah membalas beliau dengan pahala yang besar amien, ibunya Nichlah yang telah mendidik, merawat, mengasuh Haidar sampai mengerti apa itu hidup semoga kelak Allah juga membalasnya dengan yang besar amien. Teriring salam sayang dan cinta dari Haidar untuk bapak dan ibuku.                                                  hai_darali@yahoo.co.id

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: